PATI I Upaya membangun generasi emas dimulai dari langkah kecil, namun bermakna. Itulah yang dilakukan Satlantas Polresta Pati melalui program pesantren kilat ramadan 1447 H.
Kegiatan yang berlangsung selama lebih dari tiga jam itu diikuti puluhan anak usia 4–8 tahun. Mereka tampak antusias mengikuti rangkaian pembelajaran agama, yang dikemas menyenangkan.
Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok menyampaikan bahwa pendidikan karakter tidak bisa ditunda.
Ramadan menjadi momentum tepat, untuk menanamkan nilai religius sekaligus disiplin berlalu lintas
Anak-anak diajarkan praktik wudhu dan salat berjamaah. Selain itu, mereka mendapatkan ceramah ringan yang dikemas interaktif.
Uniknya, materi keselamatan berlalu lintas dipadukan dalam ceramah tersebut. Anak-anak diajak memahami pentingnya memakai helm, menyeberang di tempat aman, serta menaati rambu-rambu.
Para anggota Satlantas menggunakan alat peraga bergambar untuk menjelaskan rambu lalu lintas.
Anak-anak berlomba menyebutkan arti warna lampu lalu lintas dengan penuh semangat. Menurut Kompol Riki, budaya tertib harus dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat.
Ia optimistis pendekatan seperti ini mampu menumbuhkan kesadaran kolektif. Program ini juga memperlihatkan wajah kepolisian yang edukatif dan bersahabat.
Orang tua yang hadir mengapresiasi langkah tersebut”, ujar Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok didampingi KBO Satlantas Polresta Pati, Ipda Muslimin saat memberikan edukasi ke anak – anak, Jumat (27/2/26).
AKP Muhari S berharap kegiatan ini tidak berhenti di ramadan saja, tetapi berkembang menjadi pembinaan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi nilai spiritual dan keselamatan, Satlantas Polresta Pati membuktikan bahwa membangun disiplin
Bisa dimulai dari hati yang bersih dan niat yang tulus”, tutup Wakasat Lantas Polresta Pati.(red)












