PATI I Penangkapan seorang pencuri saat konser serana dan samudra tour di lapangan Desa Margorejo, Pati, menjadi pintu masuk terbongkarnya sindikat pencurian lintas kota yang menyasar keramaian konser musik.
Kapolresta Pati, Kombes Pol. Jaka Wahyudi melalui Kapolsek Margorejo, AKP Dwi Kristiawan menyebut pelaku inisial WS (23), asal Malang, sudah dibuntuti sejak sebelum konser berakhir.
“Kami mencurigai gerak-gerik inisial WS. Setelah diamankan dan diperiksa, kami menemukan empat ponsel di dalam tas miliknya yang tidak bisa dibuktikan kepemilikannya,” ujar AKP Dwi Kristiawan dihadapan detikdeadline.co, Selasa (8/7/25).
Inisial WS bukan satu-satunya pelaku. Ia adalah bagian dari kelompok yang terdiri dari empat orang.
Tiga lainnya yakni inisial AB, FR, AN, kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan diduga berasal dari dua kota besar yaitu Surabaya dan Solo.
Menurut Kapolsek Margorejo, mereka masuk ke lokasi konser dengan menyamar sebagai penonton.
“Aksi mereka terorganisir, ada pembagian tugas dan mereka menyasar korban secara acak,” lanjutnya.
Modus sindikat ini sangat licin, menyelinap dalam kerumunan, berpura-pura mendorong saat ramai, dan merampas ponsel yang disimpan di saku atau tas penonton.
Suasana gelap dan sempit dimanfaatkan pelaku untuk menghilang setelah beraksi. Barang bukti ditemukan di semak-semak tak jauh dari panggung.
Saksi mata mengaku tak sengaja menemukan tas selempang hitam berisi ponsel. Ia segera melaporkan ke petugas yang berjaga.
“Setelah kami identifikasi, ponsel tersebut cocok dengan laporan korban Rio Febrian. Kasus ini jadi bukti bahwa kelompok pencuri juga mengincar konser musik sebagai target,” ucap AKP Dwi Kristiawan
Pihak Polsek Margorejo telah berkoordinasi dengan Polresta Pati untuk menyisir rekaman CCTV sekitar lokasi, serta menghubungi panitia konser, guna mengumpulkan data lebih lanjut.
Polisi berharap ke depan panitia bisa antisipasi dalam mencegah kejadian serupa”, pungkasnya.(@Gus Kliwir)












