JAKARTA I Peresmian Tugu dan Museum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) pertama di Indonesia menjadi sorotan dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pati, Sugiyono, menyebut peristiwa ini sebagai bukti keseriusan insan pers, dalam menjaga profesionalisme dan etika jurnalistik.
Sugiyono menekankan bahwa keberadaan museum SMSI tidak hanya berfungsi sebagai monumen sejarah, tetapi juga sebagai sarana edukasi publik tentang pentingnya pers yang sehat dan bertanggung jawab.
“Pers harus berjalan sesuai aturan. Legal, terdaftar di Dewan Pers, dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” katanya.
Ia menilai, derasnya arus informasi di media sosial menuntut media arus utama untuk semakin memperkuat kepercayaan publik melalui pemberitaan yang faktual dan akurat.
Dalam konteks inilah, museum SMSI hadir sebagai pengingat peran strategis pers, dalam kehidupan demokrasi.
Kadis Kominfo Pati juga mengajak seluruh perusahaan pers termasuk di daerah, agar terus meningkatkan profesionalisme dan tidak mengabaikan regulasi yang berlaku.
Pemerintah, lanjutnya, siap membuka ruang kolaborasi dengan media resmi yang berkomitmen pada kualitas pemberitaan.
Peringatan HPN 2026 yang dipusatkan di Serang, Banten, turut dihadiri berbagai tokoh pers nasional dan pejabat pemerintahan.
Momen ini dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pers nasional yang sehat di tengah tantangan era digital.
Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus dalam kesempatan yang sama menekankan bahwa pers tetap menjadi rujukan utama, masyarakat meski media sosial berkembang pesat.
“Kepercayaan publik hanya bisa dijaga dengan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Firdaus kepada wartawan, Rabu (11/2/26).
Dengan diresmikannya museum SMSI, diharapkan generasi muda dapat memahami peran vital pers dalam menjaga demokrasi
Terinspirasi untuk melanjutkan perjuangan jurnalisme yang profesional dan berintegritas”, pungkasnya.(red)












