JAKARTA I Agus Kliwir, jurnalis senior yang juga dikenal sebagai pengamat dinamika, ia menegaskan bahwa “Kopi Politik” kini menjadi salah satu medium diskusi
Yang mampu mengubah suasana dalam percakapan publik, baik di kalangan jurnalis, aktivis, hingga komunitas kreatif.
Menurutnya, tren nongkrong sambil berdiskusi politik yang semakin marak belakangan ini bukan lagi sekadar gaya hidup
Tetapi telah berkembang menjadi ruang pertukaran gagasan yang lebih santai, terbuka dan jujur.
Agus Kliwir menjelaskan bahwa Kopi Politik bukan hanya forum informal, tetapi juga ruang yang sering kali menghasilkan sudut pandang baru.
“Obrolan sambil ngopi itu kadang lebih jujur dari pada rapat resmi. Suasananya cair, orang tidak merasa tertekan, sehingga ide-ide alternatif sering muncul,” ujar Agus kliwir saat berbincang pagi ini, Jumat (14/11/25).
Ia menilai perubahan ini sebagai angin segar, terutama ketika publik membutuhkan wadah dialog yang tidak kaku.
“Kalau suasananya santai, tensi politik bisa turun. Kita bisa lihat masalah dari sisi yang berbeda,” tambahnya.
Agus Kliwir berharap budaya Kopi Politik terus berkembang dan menjadi media yang mampu memperkuat literasi politik masyarakat.
“Yang penting tetap sehat, tidak dipakai untuk provokasi atau memecah belah.
Kalau untuk edukasi dan memperluas wawasan, saya sangat mendukung,” tutur jurnalis senior, Agus Kliwir.(red)












