DETIKDEADLINE.COM I Jagat maya kembali diramaikan dengan kalimat tegas yang, kini meroket “Jangan Percaya Mimpi”.
Frasa ini bukan sekadar kata-kata biasa, melainkan sindiran keras, bagi mereka yang terlalu mudah menggantungkan hidup pada bunga tidur, Sabtu (21/2/26).
Di era digital seperti sekarang, masih banyak orang yang menjadikan mimpi sebagai petunjuk utama, dalam mengambil keputusan besar.
Mulai dari urusan jodoh, pekerjaan, bisnis, hingga politik, tak sedikit yang mengklaim mendapat “isyarat” saat terlelap.
Padahal, para ahli psikologi sejak lama menegaskan bahwa mimpi hanyalah refleksi alam bawah sadar, hasil dari pikiran, kecemasan, harapan, atau trauma yang tersimpan di otak.
Secara ilmiah, mimpi terjadi saat fase REM (Rapid Eye Movement), ketika aktivitas otak meningkat walau tubuh, dalam keadaan istirahat.
Artinya, mimpi lebih dekat pada proses biologis ketimbang pesan mistis. Namun sayangnya, tidak semua orang memandangnya demikian.
Sebagian masih terjebak, dalam tafsir simbolik tanpa dasar rasional. Narasi “Jangan Percaya Mimpi” kini menjadi perlawanan terhadap pola pikir instan dan irasional.
Masyarakat mulai sadar bahwa keputusan hidup tidak bisa disandarkan pada hal yang tidak terverifikasi.
Apalagi di tengah maraknya konten media sosial yang gemar membumbui mimpi, dengan dramatisasi berlebihan. demi sensasi dan viralitas
Fenomena ini juga menyentil oknum yang memanfaatkan kepercayaan terhadap mimpi untuk memengaruhi orang lain.
Dari modus spiritual berkedok petunjuk gaib, hingga narasi-narasi manipulatif yang mengatasnamakan “bisikan” dalam tidur.
Publik kini semakin kritis dan tidak mudah lagi percaya tanpa bukti. Namun bukan berarti mimpi harus dimusuhi.
Mimpi bisa menjadi refleksi diri, inspirasi, bahkan sumber kreativitas. Banyak karya besar lahir dari imajinasi yang muncul saat tidur.
Hanya saja, menjadikannya kompas utama kehidupan adalah langkah yang berbahaya. Trendingnya frasa ini menunjukkan pergeseran pola pikir masyarakat.
Rasionalitas mulai menguat, logika kembali menjadi pegangan. Pesannya jelas, jangan biarkan hidup dikendalikan oleh ilusi.
Bangunlah, berpikirlah jernih, dan ambil keputusan berdasarkan fakta. Karena pada akhirnya
Masa depan tidak ditentukan oleh apa yang kita lihat dalam mimpi, tetapi lakukan saat terjaga.(red)












