SEMARANG – Di tengah suasana Idulfitri 2026 yang sarat makna, kritik keras kembali diarahkan ke dunia pers nasional.
Ketua Koordinator SMSI Eks Karesidenan Pati, Agus Kliwir menilai banyak media saat ini terjebak dalam arus pragmatisme, lebih mengutamakan trafik dibanding kualitas.
Dalam pernyataannya, Sabtu (21/3/2026). Agus Kliwir menegaskan bahwa pergeseran orientasi media menjadi ancaman serius bagi masa depan jurnalisme.
Menurutnya, tidak sedikit produk jurnalistik yang kini hanya berorientasi pada kecepatan tayang dan jumlah pembaca, tanpa mempertimbangkan akurasi serta dampak yang ditimbulkan.
“Pers jangan sampai kehilangan arah hanya karena mengejar klik. Ini bukan soal angka, ini soal tanggung jawab kepada publik,” tegasnya.
Ia menyebut, bahwa fenomena tersebut semakin menguat seiring berkembangnya media digital, yang memicu persaingan tidak sehat dalam produksi berita.
Akibatnya, banyak konten yang dibuat secara instan, minim verifikasi, dan cenderung provokatif demi menarik perhatian.
Agus Kliwir menilai kondisi ini berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap media, yang selama ini menjadi salah satu pilar demokrasi.
“Kalau masyarakat sudah tidak percaya, maka peran pers sebagai kontrol sosial akan melemah,” ujar Agus Kliwir kepada wartawan
Momentum Idulfitri, lanjutnya, harus dimanfaatkan sebagai ajang refleksi untuk mengembalikan jurnalisme pada jalur yang benar.
Ia mengajak seluruh insan pers untuk kembali menempatkan kualitas, integritas dan kepentingan publik di atas segalanya.
“Lebaran ini harus jadi titik balik. Pers harus kembali pada jati dirinya, bukan sekadar industri konten,” pungkasnya.(red)












