JAKARTA, DETIKDEADLINE.COM I Audiensi antara pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menjadi momentum penguatan aliansi
Strategis antara media siber dan negara dalam membangun peradaban berbasis kebudayaan. Pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab tersebut diterima oleh Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Media dan Komunikasi Publik, Muhammad Asrian Mirza
Dihadiri pula jajaran pengurus SMSI Pusat, di antaranya Prof. Dr. Taufiqurochman selaku Dewan Penasihat, Ilona Juwita, dr. Nishal dan Dyah Kristiningsih.
Dalam audiensi tersebut dibahas peran vital media siber dalam merawat, menyebarluaskan, dan menghidupkan nilai-nilai kebudayaan nasional
Termasuk tradisi lokal, bahasa daerah, serta pengetahuan komunitas yang selama ini kurang mendapat ruang.
Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk menempatkan kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan nasional, bukan sekadar sektor pelengkap.
Media siber dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga narasi kebangsaan di era digital. Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus menyampaikan bahwa pers memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga narasi Indonesia, mulai dari cerita rakyat hingga berita digital.
“Pers adalah penjaga ingatan kolektif bangsa. Agar jati diri Indonesia tetap hidup, berakar, dan berdaulat atas maknanya sendiri,” tegas Firdaus kepad wartawan, Jumat (23/1/26).
Kolaborasi antara SMSI dan Kementerian Kebudayaan diharapkan mampu memperkuat peran persb
Sebagai pilar demokrasi, sekaligus penjaga kebudayaan nasional di tengah perubahan zaman.(red)












